01900 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082000800122084001400130100002300144245006300167250001100230260003600241300003000277520124700307600004001554990001301594990001301607990001301620990001301633INLIS00000000000843720251223044102 a0010-0322000456ta251223 g 0 ind  a978-602-262-995-5 a807 a807 SUW m0 aSuwardi Endraswara1 aMETODOLOGI PENELITIAN ZOOLOGI SASTRA /cSuwardi Endraswara aCet. 1 aYogyakarta :bGRAHA ILMU,c2019 a340 hlm. :bilus ;c24 cm aZoologi sastra adalah sebuah perspektif terbaru pemahaman sastra binatang. Sastra binatang ini banyak dikaitkan dengan legenda dan mitos suatu wilayah. Manusia mencoba mengkreasi binatang ke dalam sastra. Bukan tanpa alasan. Namun, sastrawan itu pandai bermain symbol binatang dalam karyanya. Semiotika binatang tidak terelakan dalam sastra. Maka boleh lahir zoosemiotika sastra. Artinya, pemahaman karya sastra yang mengungkap aspek symbol binatang . Penyair besar seperti Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, WS Rendra pun tak terelakkan harus berekspresi sastra dengan binatang. Seolah-olah binatang menjadi tumpuan kreatif yang tak pernah kering. Binatang itu akrab di benak pengarang. Maka zoology sastra dapat menjadi pisau jawaban, untuk memahami sastra binatang yang semakin komplek. Ruang lingkup zoology satra amat luas. Cakupan ilmu ini, tergantung kreativitas pemerhati sastra. Maksudnya, pemerhati sastra dapat melakukan pemaduan zoology satra dengan bidang lain. Yang dipentingkan, yaitu : makna secara komprehensif, artinya memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup dan makna secara holistic artnya kedalaman teks dan konteks. Kedua pemaknaan itu, dapat diterapkan dalam zoology satra, untuk menafsirkan sastra binatang. 4aKesusastraan Indonesia - Penelitian a022.7930 a022.7931 a022.7932 a022.7933