na INLIS000000000008414 20251216023957 0010-0322000433 ta 251216 g 1 ind MULYANA JURNALISTIK JAWA : Karya Kreatif / MULYANA Cetakan 1 - 2019 x + 152 : ilustrasi tidak berwarna ; 17 x 24 cm 978-602-5879-78-4 070.41 070.41 MUL j Yogyakarta : Suluh Media, 2019 Dunia jurnalistik saat ini rasanya telah menjadi media memiliki peran dan kekuatan yang sangat penting. Bahkan bisa dikatakan sangat strategis. Sejumlah persoalan yang diangkat melalui media massa akan dengan cepat dibicarakan masyarakat di seluruh dunia. Kekuatan itu bahkan bisa mendesak lembaga lain untuk menjadikan persoalan tersebut menjadi “actual”, “menarik”, dan “penting” (prioritas). Bahasa jurnalistik memiliki ciri atau karakteristik yang khas. Bahasa jurnalistik sering disebut juga bahasa pers; merupakan salah satu ragam bahasa yang digunakan oleh wartawan. Sementara itu Setiati (2009: 85) menyatakan bahasa jurnalistik merupakan salah satu ragam bahasa kreatif yang digunakan kalangan pers didalam penulisan berita di media massa. Bahasa jurnalistik atau disebut dengan bahasa pers dan juga memiliki karakter yang berbeda sesuai jenis tulisan yang akan jurnalis beritakan. Bahasa jurnalistik memiliki dua ciri utama: komunikatif dan spesifik. Komunikatif artinya langsung ke pokok persoalan, bermakna tunggal, tidak konotatif, tidak berbunga-bunga, dan tanpa basa-basi. Spesifik artinya mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni kalimatnya pendek-pendek, kata-katanya jelas, dan mudah dimengerti masyarakat. Bahasa jurnalistik hadir atau diperlukan oleh insan pers untuk kebutuhan komunikasi efektif dengan pembaca (juga pendengar dan penonton). Jurnalisme - Kepengarangan Etika jurnalistik 022.7912 022.7913 022.7914